ws3476w347w3

Kondisi Perekonomian Indonesia Dimasa Pandemi Covid-19

Fahmi Hidayat Nur -
er7w3e547a2q36ywreywery

Saat ini, Indonesia sedang menghadapi krisis dalam bidang ekonomi yang disebabkan karena pandemic covid-19. Kondisi tersebut sudah nampak memprihatinkan, ekonomi secara global 2020 diperkirakan bisa jatuh seperti depresi 1930, bukan lagi seperti tahun 2008 atau 1998. Kondisi ini juga memicu penurunan perdagangan bahkan perdagangan internasional. Di Indonesia sendiri berbagai sektor harus terkendala dalam proses operasi, seperti pabrik-pabrik yang harus menghentikan proses operasi karena kondisi yang tidak memungkinkan ini.

Berdasarkan informasi dari laman berita Kompas.com yang dilansir pada tanggal 10 Mei 2020, pertumbuhan year-on-year, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53 persen.

Mengingat berlakunya anjuran dari pemerintah agar tidak keluar rumah (PSBB), banyak orang yang mengakses pekerjaan, pendidikan ataupun tempat hiburan melalui teknologi informasi secara online. Hal ini lah salah satu penyebab perekonomian melemah. Beberapa masyarakat yang bekerja di sebuah perusahaan banyak para pekerja nya yang di rumahkan bahkan di PHK, Sehingga kebingungan akan bekerja apa untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Para investor luar negeri juga menarik dananya dari pasar saham, terbukti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada di angka 4,049 atau sudah turun 36.8% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani baru-baru ini juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan bisa serendah 2.5 bahkan sampai 0%. Hal ini akan terjadi jika masalah wabah ini memburuk dan bertahan selama lebih dari enam bulan, perdagangan internasional yang jatuh sebanyak 30%, dan industri penerbangan yang jatuh sebanyak 75%.

Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona ini. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. 

Maka, berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus ini menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Sebelumnya, pada kuartal I 2020, BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97 persen, turun jauh dari pertumbuhan sebesar 5,02 persen pada periode yang sama 2019 lalu. Kinerja ekonomi yang melemah ini turut pula berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia. (Kompas.com dilansir pada tanggal 11 Agustus 2020).

Maka berdasarkan hal tersebut dampak yang sangat krisis dalam bidang perekonomian Indonesia yaitu pertama, peningkatan yang signifikan jumlah pengangguran dan kedua, perubahan lanskap pasar tenaga kerja pasca-krisis.

Halaman :
Shares

Opini lainnya

Berita Terkini

Index
ed4358e3459e46956956